Apresiasi untuk Tiga Ide Bisnis Terbaik

Penyelenggaraan SiDU Entrepreneurs Workshop pada 25 dan 26 April 2019 diikuti dengan pemberian penghargaan kepada tiga ide bisnis yang dinilai terbaik.

Menyeleksi tiga terbaik dari total 50 ide bisnis yang sudah terkurasi bukan hal yang mudah. Para juri bekerja keras untuk menghasilkan keputusan. Juri-juri tersebut adalah Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Hari Santosa Sungkari, CEO Group of Media Kompas Gramedia Andy Budiman, dan pendiri agensi konten kreatif Ceritera.id Edward Suhadi.

Hasil penilaian para juri menentukan juara-juara SiDU Kompetisi Ide Bisnis 2019. Juara 1 diraih oleh Haykal Satria Panjeraino dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bisnis yang diikutkannya dalam kompetisi ini adalah Panjers, layanan jasa produksi pakaian olahraga untuk beragam cabang olahraga seperti futsal/sepak bola, basket, voli, atau lari. Ide ini bermula dari hobinya berolahraga dan pemahamannya soal kebutuhan bahan dan spesifikasi pakaian yang berbeda-beda untuk masing-masing cabang olahraga.

Juara kedua diraih tim dengan bisnis Kampung Course, platform yang menghubungkan pencari kursus atau pelatihan dengan lembaga kursus lokal. Sederhananya, market place untuk lembaga kursus di Indonesia. Saat ini Kampung Course telah bekerja sama dengan lebih dari 20 lembaga kursus dan telah membantu lebih dari 600 pencari/peserta kursus. Tim penggagas Kampung Course adalah Danang Pamungkas (Universitas Brawijaya), M. Indre Wanof (Universitas Islam Kediri), Jimy Candra Gunawan (Universitas Negeri Malang).

Ide bisnis aplikasi Geobak menjadi pemenang ketiga. Geobak menggunakan konsep GPS (Global Positioning System) yang menghubungkan pedagang keliling dengan konsumen. Aplikasi ini akan memudahkan konsumen mencari kebutuhannya dan mengoptimalkan pendapatan pedagang keliling. Konsep ini diajukan tim dari Universitas Bina Nusantara, yaitu Muhammad Roby Irawan, Muhammad Rafi Hadiyasa, dan Michael Ethaniel Soedira.

 

Dukung kemajuan wirausaha

Mengikuti SiDU Youth Entrepreneurs Forum memberikan masukan berharga bagi para wirausahawan atau calon wirausahawan yang mengikuti acara ini. Haykal Satria, misalnya. Ia bercerita lokakarya ini memberinya dorongan untuk tetap tekun dan berkomitmen pada bisnis yang telah dijalaninya.

“Dariworkshop ini saya dapat pelajaran, bahwa hampir semua pengusaha besar mulai dari yang kecil. Tidak harus langsung menjadi besar,” ungkap Haykal.

Sinar Dunia sebagai penggagas acara memang ingin acara ini berguna bagi pertumbuhan wirausaha dan bisa membantu mendukung usaha mereka. Head of Domestic Cultural Business Unit APP Sinar Mas Santo Yuwana mengatakan, “Sebagai merek dagang yang telah menjadi bagian dari Indonesia selama lebih dari 40 tahun, SiDU berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan Indonesia, salah satunya di sektor kewirausahaan. Oleh sebab itu, kami menyelenggarakan SiDU YEF 2019 dengan harapan dapat membantu para mahasiswa mengambil langkah dalam membangun bisnis mereka sendiri.”

Pada acara lokakarya ini, Edward Suhadi sebagai juri juga memberikan tips singkat bagi para wirausaha muda ini. Ia menutup presentasinya dengan kutipan favoritnya, “The reasonable man will try to fit himself into the world. The unreasonable man will try to fit the world into himself. Therefore, all progress depends on the unreasonable man.”

 

 

Leave A Comment

You must be logged in to post a comment.