Entrepreneurs Workshop, Bekal bagi Perintis Bisnis

Perjalanan SiDU Youth Entrepreneurs Forum telah mencapai puncaknya, Entrepreneurs Workshop, yang diselenggarakan pada 25 dan 26 April 2019. Pada lokakarya ini, 50 tim yang ide bisnisnya terpilih berkumpul di Jakarta dan mendapatkan pelatihan dari sejumlah praktisi bisnis ternama.

Praktisi dan wirausahawan yang memberikan pelatihan adalah Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari, konsultan kreatif Yoris Sebastian, pendiri Men’s Republic Yasa Singgih, dan pendiri Radja Cendol Danu Sofwan. Mereka memberikan perspektif baru dan tips-tips yang bermanfaat bagi para wirausahawan dan calon wirausahawan muda yang bergabung di Entrepreneurs Workshop ini.

Hari memaparkan data, rasio wirausaha di Indonesia saat ini mengalami kenaikan menjadi 3,1 persen dari total jumlah penduduk, dibandingkan dengan 1,67 persen pada 2016. Namun, jumlah ini pun belum cukup. Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan baru.

Pada Global Innovation Index 2018, Indonesia masih berada di posisi bawah, urutan 85. Ini menjadi tantangan bagi kita. Namun, di sisi lain Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang baik dalam bisnis digital. Indonesia memiliki 3 unicorn dan 1 decacorn. Di samping itu, e-commerceIndonesia tumbuh 90 persen dalam rentang 2014–2019.

Bagi mereka yang memulai bisnis, Hari mengingatkan, sangat penting bagi para pengusaha untuk memiliki intellectual properti (IP), dimulai dengan mendaftarkan paten. Ini menjadi bekal untuk meluaskan dan membesarkan skala bisnis (scale up).

 

Kreativitas sebagai modal

Yoris Sebastian berbagi soal bagaimana kita memulai bisnis. “Start as small as you can. Modal utama bisnis adalah kreativitas,” ujar Yoris. Ia juga mengatakan, kita harus fokus pada kekuatan yang kita miliki.

Pembicara yang lain, Yasa Singgih, berbagi cerita soal jatuh bangunnya merintis bisnis, sejak ia duduk di bangku SMA. Ia bercerita, bukan renjana (passion)yang pertama-tama mendorongnya untuk berbisnis, tetapi kebutuhan. Ia mulai bekerja dengan bergabung di event organizer, kemudian merintis bisnis. Mulai dari kaos, warung kopi, dan setelah itu sepatu.

Yasa bercerita tentang bagaimana memulai bisnis sepatu. Pada 2014, ia mendatangi sebuah pabrik sepatu. Ia ingin dibuatkan lima lusin sepatu, tetapi tidak punya bayangan tentang model sepatu. Ia meminta saran dari pembuat sepatu untuk desainnya. Pembuat sepatu itu memberikan model sepatu yang menurutnya laku di kalangan anak muda. Yasa melihatnya, dan ia tidak suka. Namun, tetap ia ikuti saran pembuat sepatu, sekadar untuk mencoba pasar. “Ternyata laku!” katanya.

Yasa belajar satu hal. “Dalam bisnis, kita tidak selalu perlu untuk menjual sesuatu yang kita suka, tetapi apa yang orang suka,” katanya. Ia menambahkan, produk yang kita jual mesti sesuai dengan target pasar.

Discover yourself. Bisnis adalah kendaraan untuk mencapai tujuan. Your business will grow if your character grow,” ujar Yasa.

Pria kelahiran 1995 ini juga memberikan ha-hal yang utuh dipikirkan dalam membangun bisnis, antara lain partner, proposisi nilai, hubungan pelanggan, saluran penjualan, struktur biaya, dan sumber pendapatan.

 

Membangun “brand”

Pada Jumat (26/4/19), pendiri Radja Cendol Danu Sofwan bercerita banyak tentang bagaimana membangun merek (brand). “Kita butuh CIE, creativity, idea, execution. Ini harus jadi satu kesatuan,” kata Danu.

Danu menyampaikan pentingnya logo, brand, dan slogan. “Brand adalah makna, persepsi. Kalau kita membangun brand, kita membangun persepsi, bukan sekadar merek. Kalau produk kan sifatnya tangible. Kalau brand intangible,” ujar Danu.

Radja Cendol yang dibangun Danu, dari hanya satu gerobak, kini berkembang menjadi lebih dari 700 gerai di seluruh Indonesia. Ia memakai sistem waralaba (franchise).

“Fokus kami adalah jualan bisnisnya. Jadi revenue stream kita yang utama adalah franchisedan jualan bahan bakunya,” kata Danu.

Danu menambahkan, media sosial menjadi alat pemasaran dan alat membangun brandyang efektif. Oleh karena itu, strateginya mesti dirancang. Saran Danu, jangan hanya mengunggah produk, tetapi juga konten-konten lain yang menarik, kreatif, dan bisa memancing interaksi.

Lewat materi-materi yang disampaikan para pembicara, para peserta lokakarya kewirausahaan ini mendapat bekal yang diharapkan akan berguna dalam perjalanan mereka merintis bisnis.

Leave A Comment

You must be logged in to post a comment.