SiDU Campus Talk Bandung

Penuh Inspirasi

SiDU Campus Talk di Kota Bandung mengusung tema seminar seputar kewirausahaan ini menggandeng salah satu wirausahawan muda, Riezka Rahmatiana, yang telah menjalankan usaha bisnis di bidang kuliner selama dua belas tahun. Melihat dari segi pembicara yang diajak untuk berkolaborasi dalam acara SiDU YEF 2019, dirasa mampu memberikan inspirasi di kalangan generasi muda khususnya mahasiswa. Tidak hanya itu, dalam keempat kali diselenggarakannya acara SiDU Campus Talk di Bandung ini dirasa mampu memberikan motivasi bagi generasi muda untuk terjun dan berkreasi dalam bidang wirausaha.

Menilik dari kuantitas peserta yang hadir dalam tiap acara SiDU Campus Talk di Bandung, jumlahnya selalu mencapai lebih dari seratus peserta dan banyak dari mereka yang berpartisipasi dalam sesi tanya-jawab. Ketertarikan para peserta dituangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan, dan membuka ruang baru untuk belajar langsung dari pegiat wirausaha seperti Riezka Rahmatiana. SiDU Campus Talk diselenggarakan untuk dapat memberikan motivasi dan membekali para calon wirausahawan muda dalam menekuni bidang wirausaha. Pada tiap sesi sharing dan diskusi acara SiDU Campus Talk yang diselenggarakan empat kali di Bandung, Riezka Rahmatiana selalu menekankan pentingnya proses dalam meniti bisnis menuju kesuksesan. Riezka selalu berpendapat bahwa jangan sampai generasi muda menyerah untuk terus berinovasi, terlebih untuk selalu melakukan yang terbaik tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk orang lain.

Riezka Rahmatiana merupakan Founder Pisang Ijo Justmine, dan mengepalai beberapa usaha kuliner lain yang masih bertahan hingga kini. Ia masih terus berinovasi demi meningkatkan kiprahnya sebagai wirausahawan, yang telah menjadi cita-citanya sejak di bangku sekolah. Cara Riezka bertahan dan berproses dalam mengembangkan bisnisnya menjadi daya tarik besar untuk peserta SiDU Campus Talk. “Di zaman sekarang kesempatan generasi muda untuk berwirausaha semain besar. Anak muda di zaman sekarang ini disebut milenial, karena mereka bisa mendapatkan akses dan informasi dari mana saja. Ini dapat membuka pikiran mereka untuk memberikan hal positif bagi banyak orang,” ujar Riezka. Seperti yang dilakukan Riezka dalam mengembangkan bisnisnya ia juga menggunakan kekuatan media sosial agar dapat berjejaring, dan menjalin relasi dengan orang lain untuk mencapai pasar dan menambah koneksi yang lebih luas.

Keempat kampus yang menjadi lokasi diselenggarakannya acara SiDU Campus Talk di Bandung adalah Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Kristen Maranatha, dan Universitas Katolik Parahyangan. Dari kali pertama diselenggarakannya acara SiDU Campus Talk, menunjukkan bahwa banyak dari peserta acara yang sudah berkecimpung dalam bidang wirausaha di beragam minat dan skala. Tujuan mereka mengikuti SiDU Campus Talk adalah untuk menambah wawasan mengenai berwirausaha, terlebih mereka mendapatkan paparan langsung mengenai pengalaman pembicara yang kompeten di bidang wirausaha. SiDU Campus Talk juga mengajak peserta untuk berpartisipasi dalam rangkaian program SiDU YEF 2019, yaitu SiDU Kompetisi Ide Bisnis yang dapat diikuti oleh peserta berusia 18-25 tahun.

Perlu Dorongan & Dukungan Berwirausaha Bagi Kalangan Muda 

Dukungan untuk mendorong semangat wirausaha di usia muda juga didapat dari pemerintah dan lembaga pendidikan, melalui berbagai program kompetisi maupun mata kuliah juga diberikan agar generasi muda semakin terbentuk jiwa wirausahanya. Ketika mewawancarai beberapa pihak kampus terkait acara SiDU Campus Talk, mereka berharap agar dengan diadakannya rangkaian program SiDU YEF 2019 dapat memantik rasa keinginan untuk membangun jiwa berwirausaha di kalangan mahasiswanya. Seperti tanggapan dari Ketua Kompetensi Bidang Studi Program Studi Manajemen, Maya Malinda, yang mengaku sangat senang dengan diadakannya acara SiDU Campus Talk di Universitas Kristen Maranatha. “Jiwa wirausaha penting untuk dimiliki setiap orang. Ketika tiap orang memiliki jiwa wirausaha seperti pantang menyerah, semangat, punya daya juang, optimis, dan mau bekerja keras itulah yang ingin kami bangun terutama di kalangan generasi muda,” ujar Maya.

Selain menumbuhkan dan menggalang semangat berwirausaha di kalangan generasi muda, penting juga untuk terus membina dan membimbing keberlangsungan tiap wirausaha yang telah digagas maupun dijalankan para wirausahawan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister Administrasi Bisnis, Maria Widyarini. “Selain memberikan pelatihan berupa mentoring dan kompetisi ide bisnis, kami juga berharap agar generasi muda mendapatkan bimbingan berkelanjutan seiring dengan perkembangan usahanya. Jadi tidak semata hanya pelatihan di awal saja, agar pegiat usaha dari kalangan muda bisa terus mendapat arahan dalam mengembangkan bisnisnya,” ujar Maria.

Kesan yang disampaikan peserta terkait acara SiDU Campus Talk juga menunjukkan ketertarikan besar mereka terhadap kewirausahaan. Seperti tanggapan dari peserta di Universitas Kristen Maranatha, Hanes Siti Praselia, “Penting untuk membangun jiwa wirausaha di usia muda dan menggali potensi diri untuk bisa berkreasi dan berprestasi dalam beragam bidang. Acara SiDU Campus Talk sangat menginspirasi dan menambah wawasan kami. Karena apapun jurusan kuliahnya, tidak menutup kemungkinan untuk bisa mengumpulkan uang dengan berbisnis. Walaupun kami anak muda, bukan berarti punya batasan dan hanya dengan meminta uang jajan dari orangtua. Jadi, jika bisa memulai usaha bisnis dari sekarang, kenapa tidak?” ujarnya.

Beberapa peserta yang hadir di tiap acara SiDU Campus Talk juga tidak hanya berasal dari internal kampus tempat diselenggarakannya acara ini. Peserta dari kampus di Bandung seperti Universitas Negeri Islam Bandung, Universitas Langlangbuana, Universitas Islam Negeri, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Terbuka, Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia dan beberapa kampus lain juga berpartisipasi dalam acara yang terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya ini. Selain mendapatkan pengetahuan baru mengenai wirausaha, peserta yang hadir juga mendapatkan merchandise dari SiDU dan Harian Kompas. Tidak hanya itu, setelah acara berlangsung juga diadakan kuis dan pembagian hadiah dari Riezka Rahmatiana bagi peserta yang beruntung. Dengan cara yang inovatif nan menarik ini menjadi pilihan SiDU dan Harian Kompas dalam merangkul generasi muda di lingkungan kampus, agar mengasah kreativitasnya dan berani terjun untuk menuangkan ide bisnisnya melalui kompetisi yang diselenggarakan YEF 2019. (Amanda Christabel)

Leave A Comment

You must be logged in to post a comment.