SiDU Campus Talk Yogyakarta

SiDU Campus Talk sudah mulai berlangsung. Yogyakarta menjadi tempat pertama diselenggarakannya acara ini, dengan tuan rumah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Universitas Amikom, dan Universitas Gadjah Mada. Sejalan dengan spirit acara ini, yaitu menginspirasi generasi muda untuk memulai bisnis, SiDU mengundang wirausaha muda untuk berbagi pengalaman bisnisnya. Pendiri Amazara Shoes Uma Hapsari menjadi narasumber untuk SiDU Campus Talk di Yogyakarta.

SiDU Campus Talk diadakan di Universitas Sanata Dharma pada 12 Maret lalu. Kegiatan ini dilangsungkan di Ruang Koendjono. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri kurang lebih 150 peserta yang terdiri atas mahasiswa Sanata Dharman dan universitas lainnya di Yogyakarta.

Di hadapan peserta, Uma Hapsari menceritakan awal mula merintis Amazara Shoes. Ia memulai dengan modal 12 pasang sepatu yang ia pasarkan melalui media sosial pada November 2015. Selain sepatu, waktu itu ia juga menjutal berbagai keperluan perempuan, seperti pakaian dan kosmetik.

Uma Hapsari dalam kesempatannya yang pertama membagikan pengalamannya menggeluti dunia usaha sejak usia belia di SiDU Campus Talk di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Beberapa waktu kemudian, ia memutuskan untuk menjadikan bisnis sepatu sebagai bisnis utamanya. Mengapa sepatu? Uma mengisahkan dirinya berasal dari keluarga wirausaha. Kedua orangtuanya adalah pemilik toko sepatu Pantes di daerah Bantul, Yogyakarta. Sejak kecil ia kerap ikut ayahnya berjualan sepatu di Pasar Bantul.

“Bapak saya jualan sepatu di pasar. Saya belajar dan berinteraksi dengan pembeli sejak TK. Ketika SD, saya mulai jadi kasir,” terangnya.

Peserta dari Universitas Amikom Yogyakarta dan sekitarnya memadati ruangan diselenggarakannya SiDU Campus Talk hari ke-2, pada tanggal 13 Maret 2019.

Setelah menikah, Uma “dimodali” orangtuanya untuk mengurus satu toko di Bantul. Usaha ini kini berkembang menjadi tiga toko. Satu di Bantul, dua di Wonosari. Warisan bisnis dari orangtua tak serta merta membuatnya puas. Pada 2015, ia pun merintis bisnisnya sendiri. Kini, Amazara Shoes kian berkembang dengan memproduksi lebih dari 1.000 sepatu setiap bulannya.

 

Produk berkualitas

Menurut Uma, Amazara berhasil menarik minat konsumen lantaran bisa menawarkan produk sepatu kekinian dengan harga terjangkau, di bawah Rp 200 ribu. Meskipun relatif murah, produknya ia pastikan berkualitas.

Dalam perjalanan bisnisnya, Uma menekankan pentingnya otentitisitas dalam memulai sebuah bisnis. “Enterpreneur itu tentang mental dan cara berpikir serta apapun yang ingin kamu lakukan dalam hidupmu,” terang lulusan Internasional Communication ini.

Dalam perjalanan bisnis, Uma bukan melakoninya tanpa kendala. Omzet penjualannya sempat turun. Dan ia cukup emosional saat mengisahkan kondisi sulit dalam perjalanan usahanya. Namun, ia tetap memelihara spirit dengan keyakinan usahanya akan membuahkan hasil. Semangat yang ia sebut dengan “cinta” inilah yang membuatnya terus eksis hingga kini.

“Dalam bisnis, yang penting coba dulu saja. Dari 10 eksperimen yang saya lakukan, paling hanya 2 yang berhasil. Tapi dari situ kita jadi tahu,” terang perempuan kelahiran 10 Januari 1991 ini.

Tak kalah antusias. Dalam rangkaiannya roadshow di 12 kampus. di Yogyakarta, SiDU Campus Talk juga menyambangi Universitas Gajahmadha Yogyakarta.

Alexander Boy, mahasiswa Sanata Dharma, mengaku senang dan mendapatkan pengetahuan baru tentang sebuah perjalanan bisnis. “Bagus. Bisa belajar soal strategi pemasarannya, juga soal, bagaimana sih pengusaha itu ketika menghadapi kegagalan,” terang mahasiswa jurusan teknik ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Briggita Octavia Fernanda Sari. Ia mengaku mengidolakan Uma Hapsari sebagai sosok pengusaha muda. “Narasumbernya asyik. Kami nggak bosan dan jadi tertarik untuk berani mencoba terjun di bisnis.”

Leave A Comment

You must be logged in to post a comment.